Beranda  |  e-Library  |  e-Learning  |  e-Journal  |  Webmail  |   Kontak

TENTANG PRODI



Sebagaimana dikatakan Anthony Gidden bahwa pemahaman globalisasi tidaklah berkaitan dengan ekonomi semata, tetapi juga berkelindan dengan persoalan sosial, budaya dan politik. Demikian juga persoalan globalisasi bisa menyangkut teknologi, informasi, pasar dunia, dan juga logika kapitalisme (Pontoh, 2003:26). Karena itu globalisasi tak hanya akan membawa dampak positif, seperti penyebaran secara cepat teknologi baru ke berbagai belahan dunia, mulai penemuan komputer, robor, sistem komunikasi, sistem pengobatan moderm, bioteknologi, transportasi, hingga kemudahan-kemudahan lainnya bagi kemanusiaan, namun juga akan menbawa konsekuensi negatif, terutama bagi negara-negara berkembang.

 

Faktanya kemudian, globalisasi di atas telah menguntungkan bagi negara-negara maju dalam ”merumuskan kebudayaan global” yang berkecenderungan ”mendikte” negara-negara berkembang. Inilah awal mula kenapa kehidupan sosial di negara-negara berkembang mengalami persoalan yang sangat kompleks, tidak hanya persoalan munculnya kelompok kaya dan miskin; yang inisiatif atau yang apatis, namun juga menyangkut hampir semua aspek kehidupan, antara ketidakmerataan struktural dan ketidaksamaan sumber-sumber. Negara maju yang memiliki posisi sentral dalam pola interaksi antar negara, pada akhirnya kian memiliki posisi puncak ”relasi eksploitasi” dan ”penetrasi”. Sedangkan negara berkembang menjadi sub ordinat yang tidak mempunyai ”being power” dan tidak memiliki ”having power” yang banyak (Windhu,1992:55).

 

Kondisi inilah yang kemudian melahirkan kesenjangan struktural yang berkepanjangan. Oleh karena itu maka perjuangan negara-negara dunia ketiga untuk memerangi eksploitasi dari negara maju selalu mengalami kesulitan, yang disebabkan oleh minimnya daya saing di segala aspek, terutama dibidang pengetahuan. Atas kondisi ini tentu sangat diperlukan tenaga ahli yang mampu menjelaskan persoalan sosiologis di atas secara rinci, cermat dan mendalam berdasarkan hasil penelitian. Itu sebabnya Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) merasa penting merumuskan kurikulum sebagai landasan untuk menciptakan lulusan (sarjana) sosiologi yang mampu memecahkan masalah sosial di atas secara mendalam dan kritis serta profesional.

naltrexone psoriasis blog.griblivet.dk low dose naltrexone canada
naltrexone sleep blog.griblivet.dk low dose naltrexone where to buy